Friday, December 3, 2010

CINTA


“Sebuah kata yang aneh ‘kalo jatuh cinta pasti tai ayam aja rasa dodol’
Rasa tai ayam siapa yang tahu, koq dibilang rasa dodol
Lebih kasian lagi dodol kena fitnah, enak gitu koq disamain sama tai ayam
Sabar ya dodol!!!”
Aku langsung tertawa sampe terkentut-kentut ketika membaca status dari salah satu teman jejaring sosial gue. Sungguh kata-kata yang kreatif dan membuat yang membaca terpingkal-pingkal.
C.I.N.T.A, tunggu dulu ini bukan judul lagu yang lagi di gilai oleh anak-anak ababil berambut lepek, bercelana ngatung, berkancing kemeja mencekik, dan bergaya sok eksis itu lhoo.
Ini adalah sebuah kata yang umum dan jauh sebelum kita menyadarinya, kita sudah mendapatkan rasa ini dari Tuhan dan orangtua kita .
Seiring bertambahnya umur dan dewasanya pikiran kita pasti ada rasa ketertarikan pada lawan jenis dan mencintai mereka.
Sampai sekitar setahun kemarin, aku memposisikan cintaku sangat sederhana. Bagiku cinta yang aku rasakan bisa aku kasih tanpa mengharapannya hal yang sama. Memang persepsi ini tidak pernah salah, namun hanya 2 cinta yang tidak pamrih, yaitu cinta Tuhan dan orangtua.
Ketika cinta dimulai dengan suatu komitmen awal (pacaran), anggapan cinta diatas tidak sepenuhnya benar
Saat aku mencintainya, aku juga ingin dia mencintaiku
Saat aku setia, aku juga ingin dia setia
Saat aku berkorban untuknya, aku ingin dia berkorban untukku
Saat aku memperjuangkan cinta ini, aku ingin dia berjuang bersamaku
Untuk apa mencintai orang yang tidak mencintai kita?
Untuk apa setia pada orang yang tidak pernah setia?
Untuk apa berkorban untuk orang yang tidak mengerti arti sebuah pengorbanan?
Untuk apa berjuang untuk cinta yang ga bisa diperjuangkan bersama?
Karena cinta itu adalah saling melengkapi, saling menerima, saling memberi, dan saling melayani.
Memang pandangan ini egois tapi itulah sebuah komitmen. Suatu komitmen yang bisa kupegang teguh, suatu komitmen yang bisa aku percaya. Suatu komitmen yang berlanjut pada janji di depan Tuhan dan hokum. Suatu komitmen yang berujung pada suatu pembuktian akan ketulusan cinta.
Cinta itu ga butuh kata-kata, ga butuh janji
Cinta hanya butuh bukti. Dan ketika bukti itu hadir, maka saat itu berikanlah cintamu sepenuhnya

No comments:

Post a Comment