Wednesday, November 23, 2011

JALAN BERCABANG DUA


Perasaan ini tiba-tiba muncul ketika seorang teman mengungkapkan bahwa dia menyerah (entah dia menyerah atau sudah malas menjalaninya) pada keadaan yang kurang lebih sama dengan apa yang aku hadapi. 
Bedanya, dia sudah dapat memutuskan untuk dirinya dan dengan secara berani dapat mengutarakan keinginannya kepada orang lain termasuk orang tuanya. 
Sedangkan aku, aku masih berada di persimpangan jalan. Jalan pertama membawaku untuk kembali ke titik ‘nol’ dan jalan kedua membawaku ke tujuan yang ingin aku dapatkan.

Dalam hati dan pikiranku, aku ingin sekali terus berjalan sampai tiba ke tujuan akhir yang aku inginkan. Tapi di sisi lain, aku takut gagal kemudian tidak bisa melanjutkan hidupku. Ketakutanku ini bukan tidak beralasan, beberapa tahun aku menjalani keadaan ini, aku masih tidak bias memperbaiki apa pun.
Namun, aku tidak seberani temanku, aku tidak mau mempertaruhkan hidupku yang sedang mencoba mencapai tujuan dengan hidup yang belum tentu tujuannya.
Kali ini, aku tetap memilih menjalani keadaan ini meskipun bayang-bayang gagal akan selalu membayangi hari-hariku.

Dan untuk temanku, selamat akhirnya bisa menentukan jalanmu sendiri. Semoga berhasil dan doakan aku agar bisa bertahan disini.

Motivasi datanglah segera!!!!

Monday, October 31, 2011

HELLO NOVEMBER RAIN!!!

welcome my november rain...please be nice yaaa :)

Langit yang muram menyembunyikan sinarnya di pagi ini
Namun, alunan musik rintik hujan dimainkan oleh alam membangunkan aku dari tidur yang membuatku berkeringat..

Akhirnya, bulan ini datang dan diiringi oleh hujan sejak semalam..
bahagia???yaaa aku bahagia mencium bau tanah basah dan rintikan hujan yang menyegarkan ini. 

Mungkin aku egois karena pasti lebih banyak orang berharap untuk hujan segera berhenti, namun aku ingin suasana ini berlangsung lama...

Selamat datang November, selamat datang hujan, dan selamat datang waktu yang akan menambah umurku.....

Wednesday, June 8, 2011

haruskah kepercayaan itu hanya 50%???

Seorang sahabat terbaikku, pernah berkata padaku saat aku merasakan sakit hati yang amat sangat kepada seseorang yang kupercaya:
“vie, kamu tahu kan sesuatu yang berlebihan itu ga baik. Maka sisakan selalu 25% untuk keraguan dan 25% untuk kenyataan, agar ketika kamu mengharapkan Sesutu dan hal itu tidak terjadi, kamu ga akan terjatuh tersungkur tanpa harapan lagi.”
Hari ini aku diingatkan lagi dengan kata-kata itu. Sekitar 2 tahun yang lalu saya berteman dengan seorang laki-laki (sebut saja berinisial “P”) yang tiba-tiba datang dan menganggap saya sahabatnya. Kebetulan si P waktu SMA adalah satu sekolah dengan temanku waktu ospek. Banyak sekali kejelekkan P itu yang kudengar, namun aku tetap saja berteman dengan si P, alasannya karena setiap orang pasti punya kesalahan di masa lalu (termasuk aku) dan semua orang memiliki hak untuk memperbaikinya.
Awalnya aku hanya menganggapnya sebagai teman biasa. Si P membuat beberapa note di suatu jejaring sosial tentang persahabatan yang didedikasikan untuk aku dan beberapa teman lainnya. Mungkin karena aku lihat ketulusannya, maka aku percaya padanya dan menganggap dia seorang sahabat.
Suatu saat, tiba2 saja dia menyebarkan gosip bahwa aku cewek ga bener. Jujur saja aku sakit hati dan aku sempat menggebrak meja saat si P menyindir aku. (heloooooo si P kan cowok, kalaupun gue cewek ga bener apa ruginya buat dia dan kalo itu nyebar, apa untungnya buat dia???)
Inilah yang merupakan awal kerenggangan hubungan kami ini. Bagaimana pun aku adalah seorang wanita yang punya harga diri dan bisa merasa sakit hati. Mulai saat itu, kuputuskan untuk tidak terlalu dekat dengannya dan lebih baik menjauh darinya.
Aku sadar saat itu banyak sekali orang yang membencinya, namun aku berusaha menutupi segala cela si P walaupun kadang-kadang keceplosan (namanya juga manusia :p)
Dan masih banyak sekali perbuatannya yang sangat merugikan aku dan teman-temannya sendiri.
Saat ini aku hanya berharap, si P akan sadar dan tahu apa arti persahabatan sebenarnya.
Untukku sendiri, semoga selalu menyisakan 25% untuk keraguan dan 25% untuk kenyataan karena itulah hidup, yang kuat yang akan bertahan J