Wednesday, November 23, 2011

JALAN BERCABANG DUA


Perasaan ini tiba-tiba muncul ketika seorang teman mengungkapkan bahwa dia menyerah (entah dia menyerah atau sudah malas menjalaninya) pada keadaan yang kurang lebih sama dengan apa yang aku hadapi. 
Bedanya, dia sudah dapat memutuskan untuk dirinya dan dengan secara berani dapat mengutarakan keinginannya kepada orang lain termasuk orang tuanya. 
Sedangkan aku, aku masih berada di persimpangan jalan. Jalan pertama membawaku untuk kembali ke titik ‘nol’ dan jalan kedua membawaku ke tujuan yang ingin aku dapatkan.

Dalam hati dan pikiranku, aku ingin sekali terus berjalan sampai tiba ke tujuan akhir yang aku inginkan. Tapi di sisi lain, aku takut gagal kemudian tidak bisa melanjutkan hidupku. Ketakutanku ini bukan tidak beralasan, beberapa tahun aku menjalani keadaan ini, aku masih tidak bias memperbaiki apa pun.
Namun, aku tidak seberani temanku, aku tidak mau mempertaruhkan hidupku yang sedang mencoba mencapai tujuan dengan hidup yang belum tentu tujuannya.
Kali ini, aku tetap memilih menjalani keadaan ini meskipun bayang-bayang gagal akan selalu membayangi hari-hariku.

Dan untuk temanku, selamat akhirnya bisa menentukan jalanmu sendiri. Semoga berhasil dan doakan aku agar bisa bertahan disini.

Motivasi datanglah segera!!!!