Wednesday, June 8, 2011

haruskah kepercayaan itu hanya 50%???

Seorang sahabat terbaikku, pernah berkata padaku saat aku merasakan sakit hati yang amat sangat kepada seseorang yang kupercaya:
“vie, kamu tahu kan sesuatu yang berlebihan itu ga baik. Maka sisakan selalu 25% untuk keraguan dan 25% untuk kenyataan, agar ketika kamu mengharapkan Sesutu dan hal itu tidak terjadi, kamu ga akan terjatuh tersungkur tanpa harapan lagi.”
Hari ini aku diingatkan lagi dengan kata-kata itu. Sekitar 2 tahun yang lalu saya berteman dengan seorang laki-laki (sebut saja berinisial “P”) yang tiba-tiba datang dan menganggap saya sahabatnya. Kebetulan si P waktu SMA adalah satu sekolah dengan temanku waktu ospek. Banyak sekali kejelekkan P itu yang kudengar, namun aku tetap saja berteman dengan si P, alasannya karena setiap orang pasti punya kesalahan di masa lalu (termasuk aku) dan semua orang memiliki hak untuk memperbaikinya.
Awalnya aku hanya menganggapnya sebagai teman biasa. Si P membuat beberapa note di suatu jejaring sosial tentang persahabatan yang didedikasikan untuk aku dan beberapa teman lainnya. Mungkin karena aku lihat ketulusannya, maka aku percaya padanya dan menganggap dia seorang sahabat.
Suatu saat, tiba2 saja dia menyebarkan gosip bahwa aku cewek ga bener. Jujur saja aku sakit hati dan aku sempat menggebrak meja saat si P menyindir aku. (heloooooo si P kan cowok, kalaupun gue cewek ga bener apa ruginya buat dia dan kalo itu nyebar, apa untungnya buat dia???)
Inilah yang merupakan awal kerenggangan hubungan kami ini. Bagaimana pun aku adalah seorang wanita yang punya harga diri dan bisa merasa sakit hati. Mulai saat itu, kuputuskan untuk tidak terlalu dekat dengannya dan lebih baik menjauh darinya.
Aku sadar saat itu banyak sekali orang yang membencinya, namun aku berusaha menutupi segala cela si P walaupun kadang-kadang keceplosan (namanya juga manusia :p)
Dan masih banyak sekali perbuatannya yang sangat merugikan aku dan teman-temannya sendiri.
Saat ini aku hanya berharap, si P akan sadar dan tahu apa arti persahabatan sebenarnya.
Untukku sendiri, semoga selalu menyisakan 25% untuk keraguan dan 25% untuk kenyataan karena itulah hidup, yang kuat yang akan bertahan J