Saturday, November 10, 2012

Kenalkan Kami Pada Cinta, Tuhan

Tuhan... terima kasih telah kau berikan kepada kami perasaan yang kami namakan "cinta."
Tuhan... terima kasih Engkau mengungkapkan cinta-Mu dengan cara yang paling indah.
Meski kami tidak pernah melihatmu secara langsung, kau beri kami "cinta" lewat tangan-Mu yang lalu kami beri nama orang tua.
Tanganmu itu selalu sabar, selalu membimbing, selalu menggenggam dengan hangat, dan tidak pernah mendorong kami dalam suatu pencobaan.
Kau perkenalkan kami kepada cinta-Mu lewat belahan jiwa kami, dimana bagian tubuhnya ada pada kami. iya, Kau meletakkan tulang rusuknya pada kami kan Tuhan? :)
Tuhan, banyak dari kami kesullitan atau malah kadang tersesat dalam mencari cinta kami itu. Tapi kami yakin itu adalah salah satu cara-Mu agar ketika kami menemukan "cinta" tersebut, kami sudah menekan rasa "egois" yang ada pada kami agar kami tidak mudah dipermainkan dan terjerumus dengan mudah pada hal yang jahat.
Tapi Tuhan, kami sering kali masih memelihara "egois" ini dan bukannya menekannya tapi membiarkannya berkuasa atas "cinta" kami. Padahal Engkau menciptakan "cinta" untuk mengalahkan si "egois" kan Tuhan?
Tuhan memang Mahatahu, sehingga ia juga menciptakan juga "kerendahan hati" untuk membantu "cinta" mengatasi "egois."
maka dari itu Tuhan, kenalkankanlah kami pada "cinta" yang "rendah hati" dan "tidak egois" :)

-C.N.T.R-

Tuesday, February 21, 2012

KESEMPATAN


Kata-kataku ini terlahir saat aku berdebat dengan pacarku tersayang lewat telepon waktu saya KKN dengan sinyal yang timbul tenggelam:

ga selalu kamu harus mengorbankan setiap kesempatan demi menjalani sesuatu yang sudah kamu miliki. Terkadang kita harus mengorbankan apa yang kita miliki untuk meraih kesempatan untuk mendapat sesuatu yang lebih baik”

Saat itu, aku sangat kesal ketika sekali lagi setelah berulang-ulang kali melepaskan kesempatannya untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik untuk masa depannya…
Setelah saya pulang dari KKN, pacarku mendapat kesempatan itu lagi…mungkin karena kurang beruntung dan masih ada ketakutan meninggalkan apa yang dimilikinya akhirnya dia gagal mendapatkan kesempatan itu.
Beberapa minggu kemudian dia mendapatkan kesempatan itu lagi, dan dia berkata:

“kali ini mau aku niatin ahh”

dan aku sangat mendukung hal itu. Akhirnya dia mengambil kesempatan itu dengan segala doa dan mimpi yang dibawanya. Si pacar berkorban banyak dari materi sampai fisik untuk mencapai hal itu, akhirnya Tuhan pun menjawab doanya (yah doa kami sihhh )…
makasih Tuhan… atas segala anugerah yang telah Kau berikan